
Foto 1. Tim peneliti dan peserta dalam rangkaian kegiatan Research Group serta validasi instrumen penelitian.
SLEMAN — Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan terus berkembang dan membuka peluang baru bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih inovatif. Namun, penggunaan AI di kelas juga perlu diimbangi dengan kemampuan pedagogis, penguasaan materi, serta pemahaman terhadap aspek etika dan keamanan data.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim Research Group (RG) yang diketuai oleh Prof. Dr. Slamet Suyanto, M.Ed., dan beranggotakan Dr. Ema Aprilisa, M.Pd., Dr. Rahmania Pamungkas, M.Pd., dan Dr. Wenny Pinta Litna Br. Tarigan, M.Pd. melaksanakan penelitian bertajuk “Hubungan Wawasan Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) Berbantuan AI pada Guru Biologi terhadap Hasil Belajar Siswa”. Penelitian ini menjadi bagian dari kegiatan Research Group 2026 yang berfokus pada penguatan kompetensi guru Biologi dalam mengintegrasikan teknologi dan AI secara tepat dalam proses pembelajaran.
Penelitian melibatkan 25 guru Biologi dari 23 SMA di Kabupaten Sleman. Pelaksanaan kegiatan didukung oleh MGMP Biologi SMA Kabupaten Sleman sebagai mitra yang membantu mengoordinasikan guru dan sekolah yang terlibat dalam penelitian.
Instrumen untuk Memotret Kompetensi TPACK-AI Guru
Salah satu tahapan penting dalam kegiatan ini adalah penyusunan dan validasi instrumen penelitian. Instrumen dirancang untuk memperoleh gambaran mengenai kemampuan guru dalam mengintegrasikan Technological, Pedagogical and Content Knowledge berbantuan AI (TPACK-AI) dalam pembelajaran Biologi.

Foto 2. Pemaparan materi dalam rangkaian penguatan pemahaman TPACK berbantuan AI.

Foto 3. Suasana kegiatan penelitian dalam rangkaian penguatan pemahaman TPACK berbantuan AI.
Aspek yang dikaji tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pemilihan alat AI sesuai tujuan pembelajaran, desain pembelajaran, strategi pedagogik, asesmen dan umpan balik, learning analytics, etika dan privasi, integritas akademik, serta kemampuan memeriksa kebenaran dan potensi bias informasi yang dihasilkan AI.
AI sebagai Alat Bantu Pedagogis, Bukan Pengganti Guru
Melalui penelitian ini, tim ingin melihat bagaimana guru menggunakan AI bukan sekadar sebagai alat untuk mencari informasi atau membuat materi pembelajaran. AI diharapkan dapat digunakan sebagai bagian dari keputusan pedagogis guru, mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan kegiatan di kelas, pemberian asesmen dan umpan balik, hingga pemanfaatan data hasil belajar untuk memperbaiki proses pembelajaran.
Penelitian juga memberikan perhatian khusus pada penggunaan AI yang aman, etis, dan bertanggung jawab. Guru perlu memiliki kemampuan untuk memeriksa kembali informasi yang dihasilkan AI, mencegah munculnya miskonsepsi dalam materi Biologi, menjaga kerahasiaan data siswa, sekaligus membimbing peserta didik agar tidak bergantung sepenuhnya pada AI dalam menyelesaikan tugas.
Tahap Lanjutan Penelitian
Pada tahap selanjutnya, tim akan melakukan pengolahan dan analisis data, termasuk pemetaan profil kemampuan TPACK-AI guru serta analisis hubungan antara kompetensi guru dan capaian belajar siswa. Hasil penelitian selanjutnya akan diarahkan menjadi rekomendasi praktis bagi pengembangan kompetensi guru Biologi.
Melalui kolaborasi antara tim peneliti, MGMP, guru, dan sekolah mitra, penelitian TPACK-AI diharapkan dapat mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial yang lebih bermakna dalam pendidikan. Teknologi tidak ditempatkan sebagai pengganti peran guru, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat kreativitas, keputusan pedagogis, dan kualitas pengalaman belajar siswa.
Sumber: Dokumen Skema Research Group 2026